Bisnis dan Ekonomi

Garuda Indonesia Diisukan Akan Bangkrut, Ini Dia 6 Maskapai Penerbangan Indonesia Yang Tidak Lagi Beroperasi

December 24, 2021
Saham Garuda Indonesia Terancam Delisting, Ini Kata Wamen BUMN

            Maskapai Indonesia nasional yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) diisukan akan tutup karena mengalami bangkrut. Hal ini dikarenakan maskapai kebanggaan Indonesia ini kerap mendapatkan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Mitra Buana Koorporindo (MBK) yang sebelumnya sudah lolos dari gugatan PKPU yang diajukan oleh My Indo Airlines. Dikutip dari laman Fortune Indonesia: Berita Bisnis Terbaru, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa maskapai Garuda Indonesia mendapatkan pemberitahuan dari Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa 26 September 2021 lalu. Penyebabnya adalah kondisi maskapai Garuda Indonesia yang semakin parah sehingga perencanaan untuk menyelamatkannya dengan cara menggantikannya dengan beberapa anak perusahaan seperti anak usaha Pertamina, yaitu Pelita Air. Akan tetapi hal tersebut masih dianggap isu karena dari pihak Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa mereka akan lebih memprioritaskan opsi negosiasi terlebih dahulu untuk menyelamatkan GIAA dari lilitan utang. Akan tetapi, jika upaya tersebut gagal maka Kementrian akan menyiapkan langkah-langkah lain untuk menangani hal ini.

            Senasib dengan PT Garuda Indonesia, berikut ini 6 Maskapai Penerbangan di Indonesia yang terlebih dahulu sudah mengalami kebangkrutan karena tidak dapat diselamatkan dari hutang piutang:

  • Merpati Nusantara Airlines

Sebelum kasus Garuda muncul, maskapai satu ini mengalami kerugiaan yang tidak dapat diselamatkan. Merpati Nusantara Airlines merupakan korban dari lilitan hutang akibat restrukurisasi yang dilakukan oleh pemerintah. Namun sayangnya, upaya tersebut berdampak pada pegawai maskapai Merpati ini dikarenakan mereka selama berbulan-bulan tidak memperoleh gaji yang akhirnya banyak pegawai yang mengundurkan diri. Meskipun begitu, maskapai ini mempunyai sejarah berharga dimana maskapai Merpati didirikan atas inisiasi Presiden Sukarno pada tahun 1962, juga merupakan maskapai yang merintin penerbangan kedaerah-daerah pelosok. Tepat di tahun 2014, Maskapai Merpati berhenti beroperasi.

  • Batavia Air

Maskapai ini juga memiliki nasib yang sama dikarenakan hutang yang gagal dibayar sebesar US$ 4,5. Maskapai ini ditutup pada tahun 2013. Meskipun begitu Maskapai Batavia Air yang dibawah naungan perusahaan PT Metro Batavia ini merupakan pesawat yang Berjaya dengan berbagai layanan penerbangan internasional maupun dalam negeri dengan tipe pesawat Airbus yang beroperasi sejak Januari 2002.

  • Adam Air

Meskipun terkenal dengan penerbangan yang relative murah atau lost cast carrier (LCC) terbaik di Indonesia, maskapai ini juga tidak luput dari kerugian dan hutang piutang. Perusahaan yang berdiri sejak 2002 ini dikenal sebagai pesawat yang memiliki reputasi buruk akibat seringnya mengalami kecelakaan pesawat. Akhirnya pada 19 Juni 2008 Adam Air resmi dicabut perizinan penerbangannya oleh Departemen Perhubungan.

  • Bouraq Airlines dan Bali Air

Maskapai ini merupakan salah satu maskapai tertua setelah Merpati Nusantara Airlines. Maskapai ini pernah beroperasi sejak 1970 dimana Bandara Soekarno-Hatta sebagai penghubungnya. Meskipun terdengar asing, maskapai ini dulunya sempat beroperasi oleh Douglas DC-3. Kedua maskapai ini didirikan oleh Jerry Albert Sumendap yang merupakan pengusaha besar di Indonesia, ia juga mendirikan maskapai Bouraq Airlines di tahun 1973 dengan Turboprop Hawker Siddeley HS 748. Namun ditahun 2007 lisensi penerbangannya dicabut akibat hutang yang menumpuk.

  • Mandala Air

Akibat biaya operasional melonjak, pada tahun 2014 maskapai ini menghentikan operasionalnya. Maskapai yang beroperasi pertama kali pada 17 April 1969 mulai mengalami masalah utang sejak tahun 2011.

  • Sempati Air

Maskapai penerbangan yang berdiri pada tahun 1968 ini dibawah naungan PT Sempati Air Transport juga mengalami kebangkrutan akibat kesalahan pihak manajemen dan krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998. Meskipun begitu, maskapai ini pernah berjaya hingga melayani rute ke Singapura, Kuala Lumpur, dan Manila.

No Comments

Leave a Reply